Has-lee-ta

Written at Sekre Serufo. 21:31.

Written at Sekre Serufo. 21:31.

Hai. Mungkin ini posting pertamaku yang berisi tulisan, nulis sendiri (postingan sebelumnya kebanyakan foto dan yang terakhir tulisan bung yush tentang lost-in). Oke ini mepet deadline, jadi kebuut!

Kenapa Has-lee-ta? itu kan alay, memang. Jadi gini, kemarin bapak kadep aku yang baru sebut saja Abi Ashfy dengan penuh rendah hati dan toleransi ngasih tugas kece buat para staff nya, buat dirinya sendiri dan koakh juga sih. Temu perdana kita disuruh perkenalan, itu biasa. Dan suara merdu kita direkam (ini ketauan belakangan), itu nggak biasa. Kemudian si abi nyuruh kita nulis semacam autobiografi di masing-masing blog. Oke pak.

Kenalan singkat aja tentang keluarga baruku di Alfatih ini, pertama Abi Ashfy cah Bojonegoro, Manajemen angkatan 2012 trah aktivis dakwah, mantan anak breakdance, dan dia nih yang bakal jadi bapak kepala divisi media selama setahun kedepan. Lanjut, Shilvi anak Kediri, katanya biasa dipanggil clipong waktu SMA tapi aku sering memanggilnya cilping atau paus junior, temen sekelas dan jelas sejurusan Pendidikan Ekonomi 2013, dia teman seperjuanganku di berbagai organisasi men. Kita sama-sama di HMPE dan Alfatih sebagai staff media, makanya aku harus kuwat ketemu cilping everywhere ehehe. Ketiga, Tia atau Muthia, Pendidikan Akuntansi 2013, baru kenal benerannya sih kemarin tapi sepertinya sudah lumayan lama di jejaring sosial (meski tidak pernah menyapa) dia tinggal di Gamping, kalo pulang searah nih, lumayan dapet calon tebengan baru //HEH. Dan perkenalan ditutup oleh Umi Dita, koakh divisi Media, kalo ngeliat mbadit ini orangnya kurus tapi tinggi, dan hatinya seputih salju, kenapa? Cerita sedikit deh, hari ini saat temu perdana seluruh pengurus Alfatih Umi baik ku ini ngasih Sari Roti super enak plus fresh care ke aku, mungkin mukaku terlihat melas atau lemas atau entahlah, yang jelas aku bahagia dapet Roti Surga itu. //And yes, aku emang kelaperan

Oke sekarang langsung aja, fyi detik ini aku ngetik itu jam 23:20. Deadline 23:59.

Aku. Lahir dengan nama yang simpel tapi menurutku cukup indah, Haslita Nisa. Dua kata, cukup. Biasa dipanggil Lita, atau Si Lita dengan spasi. Lahir di Sabang, Banda Aceh 18 Mei 1995. Perjalanan hidup cukup panjang dan berliku (oke ini agak lebay). Sekitar kurang lebih setahun aku tinggal di Aceh, Ayah dipindah tugas ke Medan. Ya, aku cuma numpang lahir di Aceh, dan aku bangga. Setelah di Medan mungkin empat tahunan, lagi, kami pindah. Mulai inilah kali pertama aku tinggal di Pulau Jawa, Jogja lebih tepatnya, nggak lama, kalo jaman dulu sih namanya catur wulan. Nah cuma dua catur wulan aku tinggal disini. Destinasi selanjutnya adalah Surabaya, kota para bonek. Keras. Kasar. Aku akui itu, karena emang iya. Misuh disini hal biasa, bahkan di kalangan anak SD yang masih bau kencur macem aku. Lima tahun, waktu yang cukup lama menurutku, banyak kenangan disana, masa kecil yang benar-benar bermain lari-larian di lapangan bukan mantengin layar hape maupun komputer, berburu kunang-kunang, bersepeda sambil dikejar anjing, banyak!

Surabaya bukan kota terakhir pengembaraanku ternyata. Kelas 6 SD aku menjadi anak baru di salah satu sekolah dasar negeri di Cikarang Baru, Bekasi. Mungkin mirip seperti cerita Mas Ashfy sebelumnya (saat beliau menceritakan tentang dirinya di forum -oot-) di kelas 6 ini aku mengukir prestasi, aku diajukan ikut lomba MIPA di salah satu SMP Favorit disana. Ini lomba tim, dan bisa dikatakan bahwa pengukir kesuksesan tim kami bukanlah aku, tetapi Mima dan Nadia. Mereka lebih banyak menjawab saat babak final dan skor tes tertulis mereka lebih tinggi dariku. Aku beruntung. Kami bertiga menang juara tiga dan diterima di sekolah tersebut dengan jalur prestasi, alias tanpa tes. Banyak kisah menyemenye disini, mungkin kapan-kapan aku ceritakan. Sekarang waktu menunjukkan pukul 23:36.

Lanjuut, aku nggak nyelesaiin studi di SMP favorit itu, lagi lagi aku harus pindah. Percayalah, ini yang terakhir. Aku kembali, ke Yogyakarta. Setelah ditolak sana sini, akhirnya ada juga sekolah negeri kota yang menerimaku. SMPN 15 Yogyakarta. Lulus dari sana, aku masuk SMAN 7 Yogyakarta. Sekolah penuh inspirasi, sekolah yang berperan besar dalam hidupku. Aku mengenal kamera, jurnalistik, organisasi, islam, disini. Mulai dari Adz-Dzikri, Koran seveners, Brata magazine, aku menemukan keluarga disini. Tiga tahun tidak terasa, aku lulus, Alhamdulillah tidak mengecewakan. Aku diterima di Universitas Negeri Yogyakarta dengan jalur Undangan. Jalur yang mungkin cukup langka di sekolahku.

Dan. Disinilah aku, mengenal banyak hal baru. Mendapat keluarga baru. Serufo keluarga pertamaku disini, kemudian HMPE, dan Alfatih. Amanah yang kuemban memang cukup berat, tapi aku percaya amanah bukanlah beban. Allah tahu kapasitasku. Bismillah, hamasah!

Sekian. Jam? Deadline kurang limabelas menit.

**curcol dikit

ini aku cicil dikit pas rapat proker di sekre Serufo, baru pulang rapat jam 22:10, jadi posting mepet :-p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s